Evolusi Green Building Dan Integrasi Local Wisdom Pada Arsitektur Indonesia: Pendekatan Bibliometric Analysis Dan Systematic Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.55173/8bvnng14Keywords:
green building; local wisdom; arsitektur vernakular; arsitektur berkelanjutan; bibliometric reviewAbstract
Perkembangan green building di Indonesia menunjukkan pergeseran dari pendekatan berbasis standar global menuju pendekatan yang lebih kontekstual melalui integrasi local wisdom dan arsitektur vernakular. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan kajian green building dan local wisdom dalam arsitektur Indonesia, mengidentifikasi tema dominan, serta menemukan research gap dan arah pengembangan arsitektur berkelanjutan berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan Bibliometric-Systematic Literature Review dengan memanfaatkan data artikel ilmiah periode 2000–2025 dari basis data Scopus. Analisis dilakukan melalui performance analysis, keyword co-occurrence, dan co-citation analysis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix, kemudian dilanjutkan dengan sintesis literatur secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama dalam penelitian green building dan local wisdom di Indonesia, yaitu keberlanjutan dan identitas budaya, desain pasif dan efisiensi energi tropis, material lokal rendah karbon, serta partisipasi sosial dan gotong royong. Arsitektur vernakular Indonesia terbukti memiliki potensi besar sebagai model arsitektur berkelanjutan melalui penggunaan ventilasi alami, strategi adaptasi iklim, material lokal, dan pengelolaan sumber daya berbasis komunitas. Namun, penelitian juga menemukan adanya ketidaksesuaian antara sistem penilaian green building global dengan konteks lokal Indonesia, terutama dalam aspek budaya, sosial, dan kenyamanan adaptif. Selain itu, penelitian masih terkonsentrasi pada wilayah tertentu dan didominasi pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menegaskan bahwa local wisdom dapat menjadi pendekatan green building yang lebih relevan bagi negara tropis berkembang. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kerangka evaluasi arsitektur berkelanjutan yang lebih sensitif terhadap konteks budaya dan lingkungan Indonesia.






