Transformasi Fungsi Bangunan Kolonial menjadi Ruang Komersial Kafe : Studi Kasus Ekata Cafe

Penulis

  • Nuke Puspawardani
  • Ikamto Budiman
  • Sani Sauqi

DOI:

https://doi.org/10.55173/fz2ann16

Kata Kunci:

Adaptive Reuse, Kafe, Bangunan Heritage, Surabaya

Abstrak

Bangunan kolonial merupakan saksi sejarah pemerintahan Belanda pada era Kolonial. Pada saat itu pusat pemerintahan Belanda terletak di salah satu kota lama, yakni Surabaya, sehingga tidaklah heran jika di kota Surabaya masih banyak bangunan kolonial yang keberadaannya masih dilestarikan dan bahkan dijadikan obyek pariwisata atau yang sering disebut dengan wisata bangunan heritage. Bangunan heritage saat ini juga mulai banyak dialihfungsikan sebagai tempat berkumpul berupa restaurant atau cafe yang designnya disesuaikan kembali dengan bangunan eksisting dan lingkungan di sekitarnya. Penyesuaian alih fungsi ini disebut dengan adaptive reuse. Penelitian ini mengkaji tentang penerapan adaptive reuse pada desain interior kafe dengan studi kasus yakni Ekata Cafe yang ada di Jalan Bawean, Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di Ekata Cafe Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis denah bangunan sebelum dan sesudah transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan signifikan pada zonasi ruang, pola sirkulasi, serta fungsi ruang, terutama pergeseran dari ruang privat menjadi ruang publik. Elemen struktur utama seperti dinding dan bukaan cenderung dipertahankan, sementara intervensi modern dilakukan pada interior dan utilitas bangunan. Transformasi ini menunjukkan adanya upaya adaptasi terhadap kebutuhan komersial tanpa sepenuhnya menghilangkan karakter arsitektur kolonial. Penelitian ini diharapkan akan bisa memberikan kontribusi dalam pemahaman strategi adaptive reuse pada bangunan heritage.

Diterbitkan

2026-04-30

Terbitan

Bagian

Articles